Kamis, 21 April 2011

Melipatgandakan Rezeki

Bila ngomong persoalan rezeki pasti jadi satu perbincangan yang seru dan ga akan ada habisnya untuk diobrolin, apalagi jika yang dibahas mengenai bagimana meningkatkannya rezeki syukur-syukur bisa sampai berlipat ganda. Ini bisa dibuktikan dengan laris manisnya buku yang bertemakan rezeki, bahkan hingga menjadi mega bestseler dan di setiap toko buku jadi buku paling dicari konsumen. Begitulah manusia segala cara dilakukan untuk melipatgandakan rezeki ada yang haram lewat dukun misalnya, mendatangi tempat tempat keramat, namun yang menggunakan jalur halal juga banyak berusaha sekuat tenaga dengan mengumpulkan rezeki perlahan-lahan seperti kata pepatah "sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit" apa pun caranya yang jelas ini digunakan untuk melipatgandakan rezeki. lepas dari tujuan itu apakah untuk foya-foya, memenuhi kebutuhan hidup, atau untuk mempermudah dalam beramal.

Memang sih hari gini siapa yang ga pingin rezekinya berlipat ganda, pasti semua pingin termasuk saya juga (hehehe). namun keinginan hanya sekedar keinginan tanpa dibarengi dengan keyakinan dan kemudian usaha.(keyakinan dan usaha ini hanya dua hal yang umum, penjabarannya insyaallah bersambung di tulisan berikutnya) bisa dilihat kembali saya meletakkan keyakinan terlebih dulu baru kemudian usaha. tentunya ada alasannya kenapa saya tulis sebagi yang pertama, menurut saya keyakian itu percaya, percaya sama tuhan tentunya, pada sang pemberi rezeki. ya kunci melipatgandakan rezeki tentunya percaya dengan yang memberi rezeki. Dengan percaya maka kita otomatis melibatkan tuhan dalam tujuan meipatgandakan rezeki, padahal bila tuhan terlibat terkadang kita baru akan berusaha bahkan baru mau melangkah (belum berusaha) sudah diberikan rezeki yang kita butuhkan tersebut, begitulah cara kerja tuhan terkadang mengejutkan, karena apapun bisa dilakukannya termasuk memberi rezeki dengan jalan yang tidak disangka-sangka, dan diduga-duga manusia, tau tau ada dan malah yang menerima sendiri heran kok bisa dapat rezeki ini sedangkan difikir secara logika juga rasa-rasanya sulit. ajaib memang kerja tuhan, dia memiliki banyak cara untuk membahagiakan orang-orang yang mempercayainya.

Selain yakin kita juga harus berusaha, usaha baiknya kita anggap sebagi upaya untuk menjemput rezeki. Usaha  yang melibatkan tuhan tentunya(hehehe.. kembali lagi ke atas) saya kembalilakan lagi karena orang terkadang membatasi kemampuan tuhan, pasti pernah mendengar suara-suara, curahatan-curhatan yang bilang "bila tidak berusaha dengan keras maka tidak akan bisa meraih keinginan, bila ingin sesuatu tadak ada yang jatuh dari langit" menurutku dengan berkata demikian kita telah melupakan cara kerja tuhan yang ajaib. karena jika tuhan menghendaki tanpa kerja keras bila tuhan menghendaki bisa-bisa saja keinginan tersebut terwujud. Kerja keras harus di jalankan dan memang sudah benar, kekurangan yang sering di lakukan manusia hanya membatasi cara kerja tuhan(walupun tuhan tidak terpengaruh sekalipun kita membatasinya),  mari kita merubah persepsi negatif seperti yang saya contohkan tadi. mari kita berusaha menjemput rezeki, akan tetapi kita buka kesempatan kesempatan yang akan diberikan oleh tuhan.


Salam beruntung..

Y.P. Nugraha

Rabu, 20 April 2011

Kuliah Salah Jurusan

Saya sangat yakin bagi orang yang pernah kuliah sering mendengar baik dari sahabat, kawan, mengenai keluhan bahwa dia menyesal telah kuliah di jurusan yang ambil sekarang, ucapan ucapan seperti "pilihanku salah; seharusnya aku kuliah disana; ini bukan minatku" sering terdengar ditelinga, tak asing lagi malah. Kondisi salah jurusan seolah-olah akan membawa kehancuran pada masa depannya. Banyak juga yang kemudian menyadari bahwa ini bukan minatnya, sehingga segera diambil keputusan mengulang kembali ditahun berikutnya dengan jurusan yang sesuai karakternya. Bila mau hitung-hitungan waktu, pasti akan ada waktu yang terbuang, bukan berarti sia-sia pasti ada manfaat laint dari pengalaman yang dialami minimal keberanian untuk mengambil sebuah keputusan. karena keputusan kecil yang kita ambil sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan terutama menyangkut masa depan. Bagi saya orang seperti ini luar biasa, berani mengambil keputusan, dengan kata lain berani memperjuangkan masa depannya.  Saya sepakat masa depan yang diimpikan harus diperjuangkan meskipun risiko kehilangan waktu berharganya, saking berharganya sampai-sampai orang bilang waktu adalah uang.
Bisa dilihat juga dalam kondisi salah jurusan, tidak sedikit yang bertahan ketika telah menyadari bahwa yang dijalani bukan sesatu yang diminati, parahnya bagi mereka yang tidak berminat hal ini sering dianggap sebagi sesuatu yang membosankan, tak sedikit yang menyerah dan memutuskan untuk berhenti di tengah jalan, berhenti bertanding sebelum sampai garis finis. Kepercayaan yang orang tua berikan ketika awal masuk dilupakan dan dekalahkan egonya, dikalahkan ketidaknyamanannya. bermalas-malasan dengan dalih ini bukan minatku, dan mewajarkan hasil yang buruk lagi lagi karena itu bukan minatku. semoga jarang mahasiswa tipe seperti ini. 
saya salut dengan orang-orang yang menjalankan kuliah walapun jurusan yang tidak diminati dan justru bisa berprestasi, orang-orang seperti ini yang menurutku orang hebat bisa bertahan di tengah ketidaknyamanan.. Berprestasi sesuai minat juga bagus, akan tetap wajar karena memang minatnya. mari kita pandang persoalan satu ini secara positif, dengan melihat dari sudut pandang lain supaya kita(orang-orang yang menganggap dirinya slah jurusan) bisa berprestasi. Bagi ku esensi dari kuliah selain ilmu adalah sebuh tantangan, dimana ketika satu tantangan ini selesai maka satu tantangan terlewati, dengan melewati itu maka kita akan semakin terlatih untuk menghadapi tantangan-tantangan yang berikutnya. semakin tidak sesuai dengan yang diminati semakin berat tantanganya, dan seirimg dengan itu bila berhasil melewati maka semakin besar pula kemampuan individu beradaptasi dengan tantangan yang ada.

Salam Beruntung..
Y.P. Nugraha